Amal apapun memerlukan kesungguhan dalam menunaikannya, termasuk kesungguhan berukhuwah. Dia bukanlah senyum formal ketika bertemu sesama, atau kalimat simpati bila sang saudara tertimpa musibah. Ia adalah Inisiatif, bukan menunggu, memberi bukan menuntut, tangan diatas dan bukan tangan dibawah.
Jumat, 05 Maret 2010
Jumat, 05 Februari 2010
MEMBERI DISAAT SULIT
Suatu hari Ali bin Abi Thalib mendapati kedua anaknya, Hasan dan Husain, sakit. Bahkan kedua cucu Baginda Rasulullah SAW itu mengalami sakit yang cukup lama sehingga Ali pun bernazar, "Jika Hasan dan Husain sembuh, aku akan berpuasa selama tiga hari." Rupanya Allah mendengar nazar Ali tersebut hingga Hasan dan Husa...in pun sembuh.
Ali bin Abi Thalib bersama isterinya, Fatimah Az-Zahra, pun berpuasa. Menjelang tiba waktu berbuka di hari pertama, hanya tersedia dua potong roti untuk makanan berbuka. Ketika waktu berbuka tiba, belum lagi keduanya menyantap roti tersebut, datang seorang fakir miskin yang mengetuk pintu mereka seraya meminta makanan lantaran perutnya belum terisi sejak beberapa hari. Urunglah Ali dan Fatimah melahap roti yang sudah digenggamnya, mereka pun meneruskan berpuasa hingga keesokan harinya.
Di hari kedua berpuasa, mereka pun hanya memiliki sepotong roti untuk dimakan berdua pada waktu berbuka nanti. Seperti halnya hari kemarin, tiba saatnya berbuka, pintu pun kembali terdengar diketuk seseorang. Rupanya ada seorang anak yatim yang meminta makanan karena kelaparan. Tak kuasa menahan iba, Ali pun memberikan sepotong roti itu kepada anak yatim itu. Keduanya kembali
berpuasa.
Ujian memang selalu diberikan Allah kepada orang seperti Ali dan Fatimah. Bahkan di hari ketiga berpuasa pun, sepotong roti yang mereka punya pada saat menjelang berbuka ikhlas mereka berikan kepada seorang tawanan yang baru saja bebas namun tak mempunyai makanan. Ali, Fatimah, dan kedua anaknya, Hasan dan Husain mengerti bahwa semua ini hanyalah ujian kesabaran dari Allah.
Sebuah pelajaran yang teramat mengharukan dari keluarga Ali bin Abi Thalib dan keluarganya yang penyabar. Betapa Allah tengah menguji mereka, akankah mereka tetap beriman dan mau menyedekahkan rezeki milik mereka kepada orang lain, meskipun mereka teramat membutuhkan. Bahkan kisah yang teramat indah ini Allah lukiskan dalam Al-Quran Surat Al-Insaan (76) : 8-10, agar menjadi pelajaran bagi kebanyakan manusia.
Memberi di saat berlebih adalah hal mudah, meski tidak semua orang melakukannya. Tetapi memberi di saat kita membutuhkan, hanyalah orang-orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah di surga kelak yang sanggup melakukannya. Butuh perjuangan, keikhlasan, dan kesabaran untuk
meniru apa yang dilakukan Ali bin Abi Thalib beserta keluarganya. Tentu saja kita bisa, jika kitamau.
"... Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabb-nya, hendaklah ia berbuat kebaikan..." (QS. Al Kahfi : 110).
Wallahu'alam bishowab
Ali bin Abi Thalib bersama isterinya, Fatimah Az-Zahra, pun berpuasa. Menjelang tiba waktu berbuka di hari pertama, hanya tersedia dua potong roti untuk makanan berbuka. Ketika waktu berbuka tiba, belum lagi keduanya menyantap roti tersebut, datang seorang fakir miskin yang mengetuk pintu mereka seraya meminta makanan lantaran perutnya belum terisi sejak beberapa hari. Urunglah Ali dan Fatimah melahap roti yang sudah digenggamnya, mereka pun meneruskan berpuasa hingga keesokan harinya.
Di hari kedua berpuasa, mereka pun hanya memiliki sepotong roti untuk dimakan berdua pada waktu berbuka nanti. Seperti halnya hari kemarin, tiba saatnya berbuka, pintu pun kembali terdengar diketuk seseorang. Rupanya ada seorang anak yatim yang meminta makanan karena kelaparan. Tak kuasa menahan iba, Ali pun memberikan sepotong roti itu kepada anak yatim itu. Keduanya kembali
berpuasa.
Ujian memang selalu diberikan Allah kepada orang seperti Ali dan Fatimah. Bahkan di hari ketiga berpuasa pun, sepotong roti yang mereka punya pada saat menjelang berbuka ikhlas mereka berikan kepada seorang tawanan yang baru saja bebas namun tak mempunyai makanan. Ali, Fatimah, dan kedua anaknya, Hasan dan Husain mengerti bahwa semua ini hanyalah ujian kesabaran dari Allah.
Sebuah pelajaran yang teramat mengharukan dari keluarga Ali bin Abi Thalib dan keluarganya yang penyabar. Betapa Allah tengah menguji mereka, akankah mereka tetap beriman dan mau menyedekahkan rezeki milik mereka kepada orang lain, meskipun mereka teramat membutuhkan. Bahkan kisah yang teramat indah ini Allah lukiskan dalam Al-Quran Surat Al-Insaan (76) : 8-10, agar menjadi pelajaran bagi kebanyakan manusia.
Memberi di saat berlebih adalah hal mudah, meski tidak semua orang melakukannya. Tetapi memberi di saat kita membutuhkan, hanyalah orang-orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah di surga kelak yang sanggup melakukannya. Butuh perjuangan, keikhlasan, dan kesabaran untuk
meniru apa yang dilakukan Ali bin Abi Thalib beserta keluarganya. Tentu saja kita bisa, jika kitamau.
"... Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabb-nya, hendaklah ia berbuat kebaikan..." (QS. Al Kahfi : 110).
Wallahu'alam bishowab
Selasa, 05 Januari 2010
MUHAMMAD DALAM KITAB SUCI AGAMA LAIN (kaskus)
ALAM KITAB INJIL~
Kita akan temukan nama Muhammad ini didalam Injil yang sudah diapokratipkan oleh para pemimpin-pemimpin Gereja dahulu, dilarang dan dibuang sebab katanya memuat ajaran-ajaran yang palsu dan membahayakan iman orang-orang Kristen.
Terlepas membahayakan ataukah tidak, palsu atau benar, marilah kita membawanya dalam persoalan ini, kita buka sekarang Injil Barnabas pasal 72, bunyinya:
Yesus berkata: "Jangan bergoncang imanmu, dan jangan kamu takut, karena bukan aku yang menjadikan kamu. tetapi Allah yang menjadikan kamu, memelihara kamu, adapun tentang ketentuanku, maka sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi rasul Allah yang akan datang membawa kelepasan bagi dunia. Tetapi awas-awaslah, kamu ditipu oleh orang, karena akan datang beberapa banyak nabi-nabi dusta. Mereka mengambil perkataanku dan menajisi perkataanku."
Maka kata Andreas: "Hai guru, sebutkanlah bagi kami sesuatu tanda supaya kami kenal dia."
Maka jawab Yesus:
"Sesungguhnya dia tidak datang pada masa kamu ini, tetapi berbilang tahun dibelakang kamu, yaitu diwaktu dirusakkan orang akan Injilku dan hampir tak terdapat lagi 30 orang mukmin. Diwaktu itulah Allah merahmati dunia ini. Maka diutuslah rasulnya yang tetap awan putih diatasnya mengenal akan dia, salah satu utusan Allah dan dialah yang mensahirkan dirinya kepada dunia dan ia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk mengalahkan orang-orang jahat dan berhala dunia ini.
Sesungguhnya Aku menyukai yang demikian ini, karena dengan perantaraannya akan diterangkan dan dimuliakan orang Allah dan dia menyatakan kebenaranku dan dia akan menghukum orang-orang yang mengatakan bahwasanya aku lebih besar dari manusia biasa. Dengan sesungguhnya Aku berkata bahwa bulan akan memberikan dia tidur waktu masih kanak-kanak dan manakala ia sudah besar, awaslah dunia ini jangan membuangkannya, karena dia akan membinasakan penyembah-penyembah berhala."
Membaca akan surat Barnabas itu, maka tak dapat dipungkiri bergetarnya hati kita betapa Nabi yang dijanjikan itu, begitu tepat digenapi kejadiannya. Tanda awan putih diatasnya itulah yang terbaca oleh pendeta buhaira kala itu.
~DALAM KITAB ORANG HINDU~
Kalau pembicaraan-pembicaraan sebelumnya, hanya tersimpul dalam Taurat Musa, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, maka khusus mengenai Muhammad saw, kami buka juga buku-buku suci yang lainnya pula, seperti kitab Weda.
Kitab suci ummat Hindu yang usianya sudah 2.500 tahun lamanya, sejak lahirnya Sang Sidharta Gautama (623 - 543 SM), bahkan mungkin lebih lama lagi. (Hindu usianya lebih tua daripada Budha, sedangkan Sidharta Gautama adalah pembawa agama Budha).
Didalam kitab Weda konon ada tertulis: "Hai sekalian manusia, dengarkanlah berita penting ini. Nanti aku bangunkan seorang laki laki yang terpuji diantara manusia." Laki-laki terpuji dalam bahasa Arab disebutkan "Muhammad."
Meskipun tafsiran ini mungkin benar, tetapi saya kira belum ada kekuatan sama sekali, sebab dalam masa 2.500 tahun itu telah banyak bermunculan laki-laki terpuji dan orang-orang gagah seperti Selon, Zarahudza, Socrates, Aristoteles, Iskandar Zulkarnain, Yesus, Darius yang Agung, Napoleon, Hitler (hitler? .....wkwkwkwkwkkw) dan masih seribu nama lagi barangkali.
Untuk mengetahui , "laki-laki terpuji yang mana yang dimaksudkan," maka baiklah kini kita baca dalam kitab Beha Pesiyaporana (kitab Hindu) yang bunyinya:
"Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari tanah Arab namanya Akhmad bergelarkan Muhammad, dan dia akan mendapatkan penolong-penolong. Hai orang-orang Arab, hai tuan-tuan seluruh alam ini, kepada engkaulah taqdis (penghormatan)Ku yang suci. Hai orang-orang yang mengadakan beberapa jalan yang banyak untuk membinasakan sekalian syaithan, dan dunia ini, kepada engkaulah taqdisKu."
Suatu keterangan berharga, yang sayangnya tetap tersembunyi, sebab adanya peraturan kasta-kasta, dimana yang berhak membaca Weda hanyalah kaum Brahmana saja, sedangkan bagi orang diluar Brahmana, sangat tabu, apalagi bagi kasta Paria dan Sudra, bila saja membaca Weda atau mendengarkan ayat-ayatnya sekalipun, dapatlah ia dihukum mati.
Kita akan temukan nama Muhammad ini didalam Injil yang sudah diapokratipkan oleh para pemimpin-pemimpin Gereja dahulu, dilarang dan dibuang sebab katanya memuat ajaran-ajaran yang palsu dan membahayakan iman orang-orang Kristen.
Terlepas membahayakan ataukah tidak, palsu atau benar, marilah kita membawanya dalam persoalan ini, kita buka sekarang Injil Barnabas pasal 72, bunyinya:
Yesus berkata: "Jangan bergoncang imanmu, dan jangan kamu takut, karena bukan aku yang menjadikan kamu. tetapi Allah yang menjadikan kamu, memelihara kamu, adapun tentang ketentuanku, maka sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi rasul Allah yang akan datang membawa kelepasan bagi dunia. Tetapi awas-awaslah, kamu ditipu oleh orang, karena akan datang beberapa banyak nabi-nabi dusta. Mereka mengambil perkataanku dan menajisi perkataanku."
Maka kata Andreas: "Hai guru, sebutkanlah bagi kami sesuatu tanda supaya kami kenal dia."
Maka jawab Yesus:
"Sesungguhnya dia tidak datang pada masa kamu ini, tetapi berbilang tahun dibelakang kamu, yaitu diwaktu dirusakkan orang akan Injilku dan hampir tak terdapat lagi 30 orang mukmin. Diwaktu itulah Allah merahmati dunia ini. Maka diutuslah rasulnya yang tetap awan putih diatasnya mengenal akan dia, salah satu utusan Allah dan dialah yang mensahirkan dirinya kepada dunia dan ia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk mengalahkan orang-orang jahat dan berhala dunia ini.
Sesungguhnya Aku menyukai yang demikian ini, karena dengan perantaraannya akan diterangkan dan dimuliakan orang Allah dan dia menyatakan kebenaranku dan dia akan menghukum orang-orang yang mengatakan bahwasanya aku lebih besar dari manusia biasa. Dengan sesungguhnya Aku berkata bahwa bulan akan memberikan dia tidur waktu masih kanak-kanak dan manakala ia sudah besar, awaslah dunia ini jangan membuangkannya, karena dia akan membinasakan penyembah-penyembah berhala."
Membaca akan surat Barnabas itu, maka tak dapat dipungkiri bergetarnya hati kita betapa Nabi yang dijanjikan itu, begitu tepat digenapi kejadiannya. Tanda awan putih diatasnya itulah yang terbaca oleh pendeta buhaira kala itu.
~DALAM KITAB ORANG HINDU~
Kalau pembicaraan-pembicaraan sebelumnya, hanya tersimpul dalam Taurat Musa, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, maka khusus mengenai Muhammad saw, kami buka juga buku-buku suci yang lainnya pula, seperti kitab Weda.
Kitab suci ummat Hindu yang usianya sudah 2.500 tahun lamanya, sejak lahirnya Sang Sidharta Gautama (623 - 543 SM), bahkan mungkin lebih lama lagi. (Hindu usianya lebih tua daripada Budha, sedangkan Sidharta Gautama adalah pembawa agama Budha).
Didalam kitab Weda konon ada tertulis: "Hai sekalian manusia, dengarkanlah berita penting ini. Nanti aku bangunkan seorang laki laki yang terpuji diantara manusia." Laki-laki terpuji dalam bahasa Arab disebutkan "Muhammad."
Meskipun tafsiran ini mungkin benar, tetapi saya kira belum ada kekuatan sama sekali, sebab dalam masa 2.500 tahun itu telah banyak bermunculan laki-laki terpuji dan orang-orang gagah seperti Selon, Zarahudza, Socrates, Aristoteles, Iskandar Zulkarnain, Yesus, Darius yang Agung, Napoleon, Hitler (hitler? .....wkwkwkwkwkkw) dan masih seribu nama lagi barangkali.
Untuk mengetahui , "laki-laki terpuji yang mana yang dimaksudkan," maka baiklah kini kita baca dalam kitab Beha Pesiyaporana (kitab Hindu) yang bunyinya:
"Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari tanah Arab namanya Akhmad bergelarkan Muhammad, dan dia akan mendapatkan penolong-penolong. Hai orang-orang Arab, hai tuan-tuan seluruh alam ini, kepada engkaulah taqdis (penghormatan)Ku yang suci. Hai orang-orang yang mengadakan beberapa jalan yang banyak untuk membinasakan sekalian syaithan, dan dunia ini, kepada engkaulah taqdisKu."
Suatu keterangan berharga, yang sayangnya tetap tersembunyi, sebab adanya peraturan kasta-kasta, dimana yang berhak membaca Weda hanyalah kaum Brahmana saja, sedangkan bagi orang diluar Brahmana, sangat tabu, apalagi bagi kasta Paria dan Sudra, bila saja membaca Weda atau mendengarkan ayat-ayatnya sekalipun, dapatlah ia dihukum mati.
Sabtu, 05 Desember 2009
DUNIA apa ITU DUNIA
DUNIA
Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kita menangis …
Tunjukkanlah bahwa Kita punya 1001 alasan untuk tersenyum.
...Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kita mengeluh …
Tunjukkanlah bahwa Kita punya 1001 alasan untuk bersyukur.
Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kita menyerah …
Tunjukkanlah 1001 janji Allah bahwa Kita akan Berjaya, sebab
Ketika kerja kita tidak dihargai,
Maka saat itu Kita sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usaha kita dinilai tidak penting,
Maka saat itu Kita sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hati kita terluka sangat dalam,
Maka saat itu Kita sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika Kita harus lelah dan kecewa,
Maka saat itu Kita sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika Kita merasa sepi dan sendiri,
Maka saat itu Kita sedang belajar KETANGGUHAN.
Ketika Kita harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu Kamu tanggung,
Maka saat itu Kita sedang belajar tentang KE-MURAH HATIAN
Dunia ini terlalu hina untuk membuat Kita menangis
… Terlalu murah untuk membuat Kita bersedih,
… Terlalu lemah untuk membuat Kita putus asa
Tersenyumlah …
Karena Kita mendapat kesempatan dan sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan......Lihat Selengkapnya
Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kita menangis …
Tunjukkanlah bahwa Kita punya 1001 alasan untuk tersenyum.
...Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kita mengeluh …
Tunjukkanlah bahwa Kita punya 1001 alasan untuk bersyukur.
Ketika dunia memberi 1000 alasan untuk membuat Kita menyerah …
Tunjukkanlah 1001 janji Allah bahwa Kita akan Berjaya, sebab
Ketika kerja kita tidak dihargai,
Maka saat itu Kita sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usaha kita dinilai tidak penting,
Maka saat itu Kita sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hati kita terluka sangat dalam,
Maka saat itu Kita sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika Kita harus lelah dan kecewa,
Maka saat itu Kita sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika Kita merasa sepi dan sendiri,
Maka saat itu Kita sedang belajar KETANGGUHAN.
Ketika Kita harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu Kamu tanggung,
Maka saat itu Kita sedang belajar tentang KE-MURAH HATIAN
Dunia ini terlalu hina untuk membuat Kita menangis
… Terlalu murah untuk membuat Kita bersedih,
… Terlalu lemah untuk membuat Kita putus asa
Tersenyumlah …
Karena Kita mendapat kesempatan dan sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan......Lihat Selengkapnya
Langganan:
Postingan (Atom)
